Pertambangan,merusak lahan,meracuni air (bagian akhir)

Posted: 13 Juli 2011 in Lingkungan
Tag:, , , ,

Pemrosesan bijih tambang tidak selalu menghasilkan logam murni, maka dari itu di perlukan proses penyulingan. Untuk beberapa logam, seperti aluminium,nikel,dan tembaga, perlu dilakukan proses peleburan. Ini dilakukan melalui pemanasan dengan suhu tinggi secara konstan, untuk melepaskan logam dari bahan-bahan pengotor dalam bijih. Teknologi peleburan telah mengalami perbaikan semenjak setengah abad lalu, namunaktifitas ini masih menghasilkan polusi udara, khususnya reaksi oksidasi antara nitrogen dan belerang, unsur-unsur asap dan hujan asam.

Aktifitas peleburan menjadi penyebab utama pencemaran udara, Central Mills perusahaan pertambangan logam Kanada melepaskan hampir 622 ton belerang dioksida dan bahan pencemar lainnya di tahun 2001. Terdapat satu kasus yang lebih ekstrim, namun luput dari perhatian, yakni peleburan nikel di Norilsk, timur laut Rusia. Emisi asam dari peleburan tersebut mengakibatkan kerusakan hutan seluas 3.500 km persegi, dan menyebabkan gangguan pernapasan ratusan orang. Kegiatan peleburan di seluruh dunia menyumbang pencemaran sulfur dioksida sekitar 142 juta ton ke atmosfer tiap tahunnya, dengan kata lain turut menyumbang sebanyak 13 persen dari total emisi global.

Kegiatan peleburan juga melepaskan bahan pencemar lainnya, seperti emisi dari timah,arsenik,cadmium dan seng, yang pada umumnya dapat mengakibatkan gangguan yang serius. Di kota Hercalaneum,Missouri, pencemaran yang berasal dari aktifitas peleburan timah yang dilakukan oleh perusahaan Doe Run Lead semenjak 110 tahun silam, telah membuat 30 persen anak-anak di kota tersebut mengalami keracunan timah. Sebuah studi yang dilakukan oleh kementrian kesehatan di kota Peruvia Oroya, lokasi lainnya bagi perusahaan Doe Run Lead melakukan aktifitas peleburan, mengumumkan bahwa 99 persen anak-anak di kawasan tersebut telah tercemar timah, dan 20 persennya harus dirawat di rumah sakit.

Hingga saat ini masih belum diketahui dengan pasti, jenis pencemar yang terdeteksi pada emisi hasil beberapa peleburan, seperti pada peleburan tembaga milik Noranda Horne,Qubec,Kanada, dengan bahan pencemar organik padat (persisten organit pollutans) atau POPs. Komponen ini tidak mudah terurai dan cenderung bio akumulatif. POPs akan menumpuk di jaringan lemak binatang, yang akan bertambah tingkat konsentrasinya jika binatang tersebut termasuk dalam rantai makanan, selain itu POPs juga akan menggangu proses fisiologi manusia dan binatang.

Dan semenjak aktifitas peleburan menggunakan bahan bakar minyak, maka aktifitas tersebut juga melepaskan sejumlah gas rumah kaca, seperti Karbon dioksida, dan Perfluorocarbons (PFCs). Sebagai contoh, aktifitas peleburan aluminium telah melepaskan 2 ton karbon dioksida dan 1,4 kilo PFC dari setiap ton aluminium. PFCs menyebabkan 9.200 kali karbon panas dan akan terus berada di atmosfer selama 10.000 tahun.

Sumber: Laporan Earthworks & Oxfam Amerika

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s