Minuman kaleng

Posted: 23 Juli 2011 in Lingkungan
Tag:, , , , ,

Kapan yahh.. kita terakhir kali meminum soft drink kalengan..??, kali ini saya tidak membahas soft drinknya, tapi kaleng minumannya kok.., (lohh..?)..

Kita semua pasti sudah tahu bahwa kaleng – kaleng soft drink yang bagi sebagian besar orang sudah menjadi gaya hidup itu, terbuat dari logam aluminium. Lalu kenapa…?

Ehm, begini looh..saya cuma mau jelasin proses dibalik pembuatan kaleng – kaleng minuman soft drink itu, ok..mari kita masuukk..(he..he..)

Aluminium terbentuk dari bijih bauksit yang 45 – 60 persennya merupakan aluminium oksida. Bijih bauksit terdapat di dalam tanah, dan ditambang dengan cara pertambangan terbuka.

Setelah diekstrasi, bauksit masih harus melalui proses pembersihan, dan dilarutkan dengan cairan kaustik hingga menghasilkan bubuk halus yang bernama alumina.

Setelah dikeringkan, alumina mengalami proses peleburan hingga menjadi aluminium lebur, hal ini bertujuan untuk melepaskan kandungan oksigen yang terikat dalam alumina.

Proses peleburan ini hanya dapat terjadi pada suhu diatas 1200 derajat celcius, wow.., artinya bahwa proses ini membutuhkan suntikan energi yang besar. Berdasar keterangan dari container recycling institute of washington, di tahun1999 penggunaan energi untuk memproduksi aluminium mencapai 2 persen dari total konsumsi energi dunia.

Untuk memenuhi kebutuhan energi yang sedemikian borosnya itu, perusahaan – perusahaan tambang cenderung menempatkan pabrik – pabrik peleburannya didekat pembangkit tenaga listrik, dan tentu saja banyak pembangkit tenaga listrik yang dibangun khusus untuk mensuplai hal itu.

Secara global, lebih dari setengah suntikan energi untuk industri peleburan aluminium, didapat dari pembangkit listrik tenaga air, dan lagi – lagi perusahaan peleburan logam akan melakukan loby – loby intensif untuk mendapatkan akses tersebut.

Sumber energi terbesar lainnya didapatkan dari pembangkit listrik tenaga batu bara. Padahal hasil pembakaran batu bara merupakan sumber utama dari emisi gas rumah kaca.

Meskipun kaleng – kaleng aluminium tersebut dapat didaur ulang (untuk daur ulang hanya butuh energi 5 persen dari energi total pembuatan), namun berdasarkan survey yang dilakukan di amerika serikat, lebih dari 50 miliar kaleng minuman menjadi sampah tiap tahunnya, itu sama dengan rongsokan senilai 570 juta dollar.

Sepanjang 1990-an, masyarakat amerika telah membuang 7 juta ton kaleng, jumlah yang cukup untuk membuat 316.000 pesawat boeing 737.

Jadi, untuk menghemat energi pastikan kaleng minuman yang kita beli masuk dalam proses daur ulang.

referensi : laporan earthwork dan oxfam amerika

 

 

 

Iklan
Komentar
  1. Nonanonie berkata:

    Siip.info yg menarik.. Keren.tp bahasa kurang dimengerti untuk beberapa kalangan pembaca… Apalagi aq…hehe

  2. BakulatZ berkata:

    mantab artikelnya Sob,
    aku mau nanya nih,
    Aku kurang ngerti tentang emisi gas rumah kaca,
    penjelasan yang lebih detail baca dimana yaa??

  3. Fie berkata:

    jadi kebayang aja berapa sampah yang dihasilkan, hikss

  4. Gus Yoga berkata:

    Apa itu bauksit ya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s