Setiap orang pasti sudah tidak asing lagi dengan tumbuhan edelweiss, apalagi bagi para pecinta tanaman, peneliti tumbuhan, serta para pendaki gunung. Seperti yang terkandung dalam namanya, edelweiss memiliki makna sebagai tumbuhan yang memiliki bunga berwarna putih serta diidentikkan suci (jerman, edel ; putih, weiss ; suci).

Edelweiss merupakan jenis tanaman yang dapat tumbuh di kawasan hutan montana, hingga kawasan hutan sub alpen pada ketinggian 2.900 mdpl. Tanaman yang bunganya menjadi tempat favorit bagi burung tiung batu licik bersarang ini, juga merupakan salah satu jenis tanaman yang menjadi pelopor bagi kelangsungan hidup jenis tumbuhan lainnya.

Seperti sifat pada tanaman pelopor lainnya, edelweiss juga dapat tumbuh berkoloni dengan jumlah yang banyak pada daerah-daerah yang mustahil ditempati oleh tanaman- tanaman lain.

Salah satu tanggung jawab yang harus diemban oleh edelweiss sebagai tanaman pelopor adalah mempersiapkan suatu daerah / kawasan yang awalnya minim unsur-unsur kehidupan, menjadi suatu daerah / kawasan yang memungkinkan ditumbuhi oleh jenis-jenis tanaman lain.

Edelweiss bersama-sama tanaman pelopor lainnya, macam rerumputan serta lumut saling bahu-membahu memulihkan kesuburan tanah, dengan mengeluarkan zat-zat organik melalui akar-akarnya yang telah mengalami proses mikoriza dengan jenis jamur tanah tertentu, sehingga dapat membantu tumbuhnya jenis tanaman yang lain.

Hem.., ternyata selain berpredikat sebagai bunga abadi, edelweiss juga menjadi pelopor dalam memulihkan kondisi tanah.

Edelweiss memang tanaman dewa.

Referensi tambahan : http://id.wikipedia.org

NB :

Mikoriza : Suatu kelompok fungi (jamur) yang bersimbiosis dengan tumbuhan tingkat tinggi, khususnya pada sistem perakaran.

Iklan

Hutan montana

Posted: 21 Juli 2011 in Lingkungan
Tag:, ,

Hutan montana (hutan pegunungan) merupakan salah satu jenis hutan yang hidup di ketinggian antara 1000 – 2.400 mdpl. Di hutan montana dapat dijumpai dengan mudah tumbuhan lumut dan angrek – anggrekan yang merambat di batang dan ranting pohon. Hal ini disebabkan karena hutan montana kerap kali di hinggapi kabut, hingga jarang sekali sinar matahari mampu menembus hingga lantai hutan.

Karakteristik hutan montana terbentuk karena dukungan suhu yang rendah, serta menjadi tempat perlintasan kabut yang sering menyelimuti kanopi hutan. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan kelembaban udara, serta terhalangnya sinar matahari untuk menembus dasar hutan, maka tidak heran jika proses penguapan di kawasan hutan montana cenderung menurun.

Faktor ketinggian (elevasi) suatu dataran juga berdampak pada ciri-ciri fisik tumbuhan di hutan jenis ini. Pohon – pohon yang tumbuh di hutan montana cenderung pendek dan memiliki banyak cabang. Ciri khas lainnya berupa sering dijumpainya pohon yang berdaun mikrofil, serta banyaknya tumbuhan epifit yang menempel di batang dan ranting pohon.

Selain itu, lantai hutan montana juga termasuk tanah yang subur meski cenderung bergambut, hal ini dikarenakan lapisan tanahnya terbentuk oleh sisa – sisa tumbuhan yang setengah membusuk.

Bagi blogger yang pernah naik gunung argopuro lewat jalur bremi, kawasan hutan setelah danau taman hidup mungkin dapat dikategorikan sebagai hutan montana.

referensi tambahan : http://www.id.wikipedia.org

Setan dalam diriku

Posted: 18 Juli 2011 in waktunya merenung
Tag:,

Dengan jelas dapat kurasakan setan menyeringai senang, saat aku terjerembab dalam dekapannya. Dapat pula kurasakan setan-setan itu dengan panik dan tergopoh-gopoh meraih buku panduan cara menyesatkan manusia dan membolak-balik halaman demi halaman, tatkala aku mulai tersadar dan berpaling dari padanya.

Pertarungan abadi antara baik dan buruk akan selalu tersaji, babak demi babak, ronde demi ronde. Baik yang diidentikkan dengan terang, akan selalu di ikuti oleh hal buruk yang gelap. Berbagai kebudayaan di belahan bumi ini, sepakat bahwa setan akan selalu menjadi oknum utama penggerak kegelapan (hebat yaa).

Telah nyaris habis pertahanan diri untuk selalu berjalan ke arah terang, dan berusaha untuk selalu dikuatkan. Namun ini tak ubahnya seperti sebuah ujian..(bukan Unas looh), dimana terdapat usaha -usaha penguatan, maka usaha-usaha pelemahan pun juga terbuka peluangnya.

Rupanya setan-setan itu telah memahami hal ini, dan berusaha untuk menerapkan strategi mereka yang terkenal, yakni prinsip pengaburan…redupkan cahayanya, dan buat segalanya menjadi kabur.

Satu hal yang tengah aku coba antisipasi adalah aplikasi dari strategi diatas. Setan-setan itu kemungkinan besar tidak akan langsung menyerang kehendak secara frontal (karena mereka lebih suka lewat pintu belakang..:-)), tapi hanya akan melemahkan pikiranku.

Seperti yang dipahami bersama, bahwa kehendak tumbuh dari pikiran, maka ketika sebuah pikiran berhasil di redupkan, dikaburkan, dilemahkan, maka bukanlah suatu hal yang susah bagi setan untuk me-remote kehendak.

Prinsip diatas paling masuk akal diterapkan untuk mensabotase keimanan. Tentu saja setan-setan yang terkutuk itu, tidak akan secara terang-terangan membabat habis keimananku. Mereka hanya akan meredupkan pemahaman, dan membelokkan arah keimanan. Dengan sangat lihai para anak cucu Ifrit ini akan meciptakan istilah baru bagi mereka yang telah berhasil dibelokkan keimanannya, semisal cara beriman yang modern, atau sebuah bentuk keimanan yang menyesuaikan perkembangan jaman. Sehingga akan muncul pemikiran bahwa aku tetap beriman, meskipun salah arah, dan sebuah penyimpangan telah terjadi.

Setan-setan akan sangat diuntungkan dengan terciptanya penyimpangan ini, karena melalui jalan inilah terbuka peluang untuk menanam lebih banyak keraguan..(hemm,hebat sekali setan inii..). Celah nyaris mirip dengan percobaan untuk pertama kalinya menenggak alkohol, memakai narkoba, rokok, ataupun perselingkuhan…,hal itu tidak akan menjadi untuk yang terakhir kalinya.

Ketika kelak aku mulai menciptakan perkecualian dari sebuah aturan, maka aku tengah membuat aturan tentang perkecualian-perkecualian tersebut. Setan-setan akan sangat berharap padaku untuk segera memiliki pemikiran bahwa aku akan mempercayai apapun dari perintah-perintah Tuhan, selama hal itu sesuai dengan opiniku, dan ketika terdapat beberapa bagian yang tidak sesuai, maka aku akan mempertimbangkannya…(fiuhff..bahaya neeh).

Strategi setan ini secara sederhana dapat dianalogikan seperti pada mekanisme imunisasi, dimana didalam tubuh yang sehat disuntikkan sejumlah bibit penyakit dengan dosis ringan, sehingga sistem imun dapat membangun semacam kekebalan….(he..he..kurang lebih seperti itu lah..).

Dengan demikian, setan-setan tersebut telah berhasil menanamkan sistem kekebalan dalam pikiran, sehingga akan menjadi kebal untuk mengikuti hal-hal yang terang. Terus..masalah dosa..? hingga detik ini aku sangat percaya dengan konsep dosa. Meskipun begitu, aku pun tak jarang terjerumus untuk berbuat dosa.

Apakah ini indikasi awal suksesnya salah satu visi yang dirancang setan, yakni mengaburkan adanya konsep dosa…, sehingga pertobatan pun akan dianggap absurd…?

Jika hal ini telah merasuk, maka kesadaran tentang adanya peperangan abadi hanya akan dianggap sebagai sesuatu yang tidak nyata. Didalam peperangan akan memunculkan semacam kesadaran tentang kesigapan dalam diri. Hal ini akan menciptakan sikap waspada dalam menjalani hidup.

Ironisnya, hampir tiap kali aku terbangun dari tidur dan menjalani hari yang baru dengan tidak memiliki kesadaran, bahwa hari ini aku akan kembali mengalami peperangan terbesar, dan hanya aku yang dapat menyelesaikannya.

Hem…,dasar setan.