Posts Tagged ‘pertambangan’


Aktifitas pertambangan memang sudah ada semenjak ratusan tahun silam, sudah banyak lahan yang terjamah dan dicampakkan. Bahkan kawasan – kawasan hutan lindung yang berstatus warisan dunia pun tak luput dari aktifitas pertambangan.

Berikut daftar 16 aktifitas pertambangan di kawasan hutan lindung yang telah berstatus sebagai warisan dunia :

1.    Okapi wildlife reserve, republik demokrasi kongo, disini terdapat aktifitas pertambangan emas.

2.   Gunung nimba strict nature reserve, guinea dan cote d’ivoire, ditempat ini  ada aktifitas pertambangan bijih besi.

3.    Kawasan hutan hujan tropis queensland, australia, terdapat pertambangan timah putih.

4.    Cadangan hutan southeast atlantic, brasil, terdapat pertambangan emas, dan timah

5.    Talamanca range, costa rica, dan panama, terdapat pertambangan tembaga.

6.    Taman nasional tai, cote d’ivoire, terdapat pertambangan emas (ilegal).

7.    Taman sangay national, ekuador, terdapat pertambangan emas.

8.    Taman nasional lorentz, indonesia, terdapat pertambangan emas, dan tembaga.

9.    Taman nasional kinabulu, malaysia, terdapat pertambangan tembaga.

10.  Taman nasional huascaran, peru, terdapat pertambangan emas.

11.  Gunung api kamatchka, rusia, terdapat pertambangan emas.

12.  Komplek konservasi pantanal, brasil, terdapat pertambangan emas (skala kecil).

13.  Taman nasiona doana, spayol, terdapat pertambangan timah, perak, tembaga, dan zinc

14.  Central suriname nature reserve, suriname, terdapat pertambangan emas.

15.  Taman nasional bwindi impenetrable, uganda, terdapat pertambangan emas.

16.  Taman nasional kahuzi – biega, republik demokratik kongo, terdapat pertambangan emas.

Ketika hutan – hutan yang berperan dalam penyeimbang alam telah terjamah pertambangan, hampir pasti nasibnya akan merana. Mengingat selama ini track record pertambangan selalu berujung pada rusaknya lingkungan, serta menjadi pemicu munculnya asam tambang, yang menjadi trend sebagai polusi modern.

referensi : laporan earthwork & oxfam amerika

Iklan

Pemrosesan bijih tambang tidak selalu menghasilkan logam murni, maka dari itu di perlukan proses penyulingan. Untuk beberapa logam, seperti aluminium,nikel,dan tembaga, perlu dilakukan proses peleburan. Ini dilakukan melalui pemanasan dengan suhu tinggi secara konstan, untuk melepaskan logam dari bahan-bahan pengotor dalam bijih. Teknologi peleburan telah mengalami perbaikan semenjak setengah abad lalu, namunaktifitas ini masih menghasilkan polusi udara, khususnya reaksi oksidasi antara nitrogen dan belerang, unsur-unsur asap dan hujan asam.

Aktifitas peleburan menjadi penyebab utama pencemaran udara, Central Mills perusahaan pertambangan logam Kanada melepaskan hampir 622 ton belerang dioksida dan bahan pencemar lainnya di tahun 2001. Terdapat satu kasus yang lebih ekstrim, namun luput dari perhatian, yakni peleburan nikel di Norilsk, timur laut Rusia. Emisi asam dari peleburan tersebut mengakibatkan kerusakan hutan seluas 3.500 km persegi, dan menyebabkan gangguan pernapasan ratusan orang. Kegiatan peleburan di seluruh dunia menyumbang pencemaran sulfur dioksida sekitar 142 juta ton ke atmosfer tiap tahunnya, dengan kata lain turut menyumbang sebanyak 13 persen dari total emisi global.

Kegiatan peleburan juga melepaskan bahan pencemar lainnya, seperti emisi dari timah,arsenik,cadmium dan seng, yang pada umumnya dapat mengakibatkan gangguan yang serius. Di kota Hercalaneum,Missouri, pencemaran yang berasal dari aktifitas peleburan timah yang dilakukan oleh perusahaan Doe Run Lead semenjak 110 tahun silam, telah membuat 30 persen anak-anak di kota tersebut mengalami keracunan timah. Sebuah studi yang dilakukan oleh kementrian kesehatan di kota Peruvia Oroya, lokasi lainnya bagi perusahaan Doe Run Lead melakukan aktifitas peleburan, mengumumkan bahwa 99 persen anak-anak di kawasan tersebut telah tercemar timah, dan 20 persennya harus dirawat di rumah sakit.

Hingga saat ini masih belum diketahui dengan pasti, jenis pencemar yang terdeteksi pada emisi hasil beberapa peleburan, seperti pada peleburan tembaga milik Noranda Horne,Qubec,Kanada, dengan bahan pencemar organik padat (persisten organit pollutans) atau POPs. Komponen ini tidak mudah terurai dan cenderung bio akumulatif. POPs akan menumpuk di jaringan lemak binatang, yang akan bertambah tingkat konsentrasinya jika binatang tersebut termasuk dalam rantai makanan, selain itu POPs juga akan menggangu proses fisiologi manusia dan binatang.

Dan semenjak aktifitas peleburan menggunakan bahan bakar minyak, maka aktifitas tersebut juga melepaskan sejumlah gas rumah kaca, seperti Karbon dioksida, dan Perfluorocarbons (PFCs). Sebagai contoh, aktifitas peleburan aluminium telah melepaskan 2 ton karbon dioksida dan 1,4 kilo PFC dari setiap ton aluminium. PFCs menyebabkan 9.200 kali karbon panas dan akan terus berada di atmosfer selama 10.000 tahun.

Sumber: Laporan Earthworks & Oxfam Amerika


Langkah pertama melakukan pertambangan adalah mencari lahan yang mengandung cadangan logam dan mngeruknya. Seiring perkembngan jaman, industri pertambangan menemukan cara yang lebih muda untuk menambang dibanding membuat terowongan,yaitu dengan meledakkan tanah dan batuan yang diperkirakan mengandung logam, teknik ini disebut menghilangkan lapisan atas tanah (overburden).

Hasil yang didapat adalah tambang terbuka, yang pad adasarnya menghilangkan permukaan sekitar lahan dan membuat lubang yang besar. Tambang terbuka terbesar di dunia adalah tambang Bingham Canyon di Utah, yang memiliki kedalaman 1,5 km dan lebar 4 km. Tambang terbuka menghasilkan 8-10 kali lebih banyak limbah dibanding kegiatan tambang tertutup.

Limbah tersebut biasanya ditimbun membentuk gundukan tanah raksasa, beberapa diantaranya mencapai ketinggian 100 m, sama dengan tinggi gedung lantai 30. Di Amerika Serikat,97 persen dari seluruh mineral logam diperoleh melalui pertambangan terbuka.

Setiap kali dikeruk ke permukaan,bijih mengalami proses ekstraksi mineral. Prosesnya bervariasi,tergantung jenis logam yang ditambang, dan itu menghasilkan limbah yang tak terhitung jumlahnya. Hal itu dikarenakan jumlah logam murni yang terdapat pada kandungan bijih sangatlah kecil.

Jumlah limbah dari setiap pencucian logam cenderung meningkat dan industri pertambangan akan terus melakukan aktifitas pertambangan hingga cadangan logam mineral menipis. Di Amerika, bijih tembaga telah ditambang sejak awal abad 20, dan hanya 2,5 persen logam yang dapat beratnya;saat ini perbandingannya turun menjadi 0,51 persen. Pada pertambangan emas diperkirakan hanya 0,00001 persen yang menghasilkan emas, dan sisanya merupakan limbah.

Jumlah total limbah padat yang dihasilkan melalui proses-proses ini menjadi sangat besar, hampir tak dapat dihitung.Rata-rata untuk menghasilkan 1 ton tembaga,menyisakan 110 ton limbah dan membuang 200 ton lapisan permukaan tanah.

Setiap tahunnya, pertambangan di Amerika Serikat menghasilkan limbah padat yang beratnya hampir menyamai 9 kali jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat AS dan kawasan perkotaan. Jumlah total limbah bijih, belum termasuk permukaan tanah yang dibuang hingga saat ini telah mencapai angka 90 miliar ton limbah.

Untuk memahami mengapa limbah tersebut sangat berbahaya, kita harus memperhatikan kandungan bahan-bahan beracun yang terdapat dalam limbah tersebut.

Mari berbicara tentang emisi beracun. Perusahaan pertambangan logam adalah salah satu industri yang turut menyumbang zat emisi beracun. Di AS, perusahaan pertambangan diharuskan membuat laporan mengenai kandunagan emisi, namun laporan tersebut terkesan meragukan.

Laporan di tahun 2001 menyebutkan bahwa produksi tambang logam menghasilkan 1.300 ton limbah, sekitar 46 persen jumlah total limbah ( emisi arsenik dan emisi timah) di AS. Dimana limbah tersebut berasal dari kandungan bijih yang seringkali mengalir keluar dari gundukan limbah batuan.

Bahan beracun lainnya timbul dari proses ekstraksi (penyulingan), seperti yang dilakukan untuk memisahkan emas dari bijih. Untuk dapat melakukan itu, digunakan teknik Cyanida Heap Leaching atau penyucian gundukan. Bijih yang mengandung emas di hancurkan, ditimbun, dan disiram dengan larutan sianida, dan menghasilkan tetesan yang mengandung emas.

Hasil yang didapat berupa larutan emas sianida yang terkumpul didasar tumpukan,dan dipompa menuju kilang.Disinilah emas dan sianida terpisah secara kimiawi, berikutnya sianida disimpan kembali di bak penampungan.

Setiap kali mendapatkan gundukan bijih emas yang baru, dilakukan penyucian selama berbulan-bulan. Dengan masa kontrak dan skala aktifitas pertambangan yang biasanya mencapai beberapa dekade, maka pencemaran sianida di sekitar lokasi pertambangan sudah pasti terjadi.

Sianida sebesar satu butir beras saja dapat berakibat buruk bagi manusia, sedangkan 1 mikro gram konsentrat sianida per liter air, dapat berakibat buruk bagi ikan. Sampai dititik ini,pertambangan telah menunjukkan bahwa aktifitasnya telah merusak lahan dan meracuni air.