Posts Tagged ‘setan’

Setan dalam diriku

Posted: 18 Juli 2011 in waktunya merenung
Tag:,

Dengan jelas dapat kurasakan setan menyeringai senang, saat aku terjerembab dalam dekapannya. Dapat pula kurasakan setan-setan itu dengan panik dan tergopoh-gopoh meraih buku panduan cara menyesatkan manusia dan membolak-balik halaman demi halaman, tatkala aku mulai tersadar dan berpaling dari padanya.

Pertarungan abadi antara baik dan buruk akan selalu tersaji, babak demi babak, ronde demi ronde. Baik yang diidentikkan dengan terang, akan selalu di ikuti oleh hal buruk yang gelap. Berbagai kebudayaan di belahan bumi ini, sepakat bahwa setan akan selalu menjadi oknum utama penggerak kegelapan (hebat yaa).

Telah nyaris habis pertahanan diri untuk selalu berjalan ke arah terang, dan berusaha untuk selalu dikuatkan. Namun ini tak ubahnya seperti sebuah ujian..(bukan Unas looh), dimana terdapat usaha -usaha penguatan, maka usaha-usaha pelemahan pun juga terbuka peluangnya.

Rupanya setan-setan itu telah memahami hal ini, dan berusaha untuk menerapkan strategi mereka yang terkenal, yakni prinsip pengaburan…redupkan cahayanya, dan buat segalanya menjadi kabur.

Satu hal yang tengah aku coba antisipasi adalah aplikasi dari strategi diatas. Setan-setan itu kemungkinan besar tidak akan langsung menyerang kehendak secara frontal (karena mereka lebih suka lewat pintu belakang..:-)), tapi hanya akan melemahkan pikiranku.

Seperti yang dipahami bersama, bahwa kehendak tumbuh dari pikiran, maka ketika sebuah pikiran berhasil di redupkan, dikaburkan, dilemahkan, maka bukanlah suatu hal yang susah bagi setan untuk me-remote kehendak.

Prinsip diatas paling masuk akal diterapkan untuk mensabotase keimanan. Tentu saja setan-setan yang terkutuk itu, tidak akan secara terang-terangan membabat habis keimananku. Mereka hanya akan meredupkan pemahaman, dan membelokkan arah keimanan. Dengan sangat lihai para anak cucu Ifrit ini akan meciptakan istilah baru bagi mereka yang telah berhasil dibelokkan keimanannya, semisal cara beriman yang modern, atau sebuah bentuk keimanan yang menyesuaikan perkembangan jaman. Sehingga akan muncul pemikiran bahwa aku tetap beriman, meskipun salah arah, dan sebuah penyimpangan telah terjadi.

Setan-setan akan sangat diuntungkan dengan terciptanya penyimpangan ini, karena melalui jalan inilah terbuka peluang untuk menanam lebih banyak keraguan..(hemm,hebat sekali setan inii..). Celah nyaris mirip dengan percobaan untuk pertama kalinya menenggak alkohol, memakai narkoba, rokok, ataupun perselingkuhan…,hal itu tidak akan menjadi untuk yang terakhir kalinya.

Ketika kelak aku mulai menciptakan perkecualian dari sebuah aturan, maka aku tengah membuat aturan tentang perkecualian-perkecualian tersebut. Setan-setan akan sangat berharap padaku untuk segera memiliki pemikiran bahwa aku akan mempercayai apapun dari perintah-perintah Tuhan, selama hal itu sesuai dengan opiniku, dan ketika terdapat beberapa bagian yang tidak sesuai, maka aku akan mempertimbangkannya…(fiuhff..bahaya neeh).

Strategi setan ini secara sederhana dapat dianalogikan seperti pada mekanisme imunisasi, dimana didalam tubuh yang sehat disuntikkan sejumlah bibit penyakit dengan dosis ringan, sehingga sistem imun dapat membangun semacam kekebalan….(he..he..kurang lebih seperti itu lah..).

Dengan demikian, setan-setan tersebut telah berhasil menanamkan sistem kekebalan dalam pikiran, sehingga akan menjadi kebal untuk mengikuti hal-hal yang terang. Terus..masalah dosa..? hingga detik ini aku sangat percaya dengan konsep dosa. Meskipun begitu, aku pun tak jarang terjerumus untuk berbuat dosa.

Apakah ini indikasi awal suksesnya salah satu visi yang dirancang setan, yakni mengaburkan adanya konsep dosa…, sehingga pertobatan pun akan dianggap absurd…?

Jika hal ini telah merasuk, maka kesadaran tentang adanya peperangan abadi hanya akan dianggap sebagai sesuatu yang tidak nyata. Didalam peperangan akan memunculkan semacam kesadaran tentang kesigapan dalam diri. Hal ini akan menciptakan sikap waspada dalam menjalani hidup.

Ironisnya, hampir tiap kali aku terbangun dari tidur dan menjalani hari yang baru dengan tidak memiliki kesadaran, bahwa hari ini aku akan kembali mengalami peperangan terbesar, dan hanya aku yang dapat menyelesaikannya.

Hem…,dasar setan.